Kenapa Saya Pilih Masuk Jurusan IPS Ketika SMA?
Assalamu'alaikum...
Kenapa saya memilih judul di atas? Karena sampai sekarang masih banyak yang tanya sama saya tentang hal itu. Kok bisa? Begini ceritanya...
Masa-masa kenaikan kelas seperti sekarang ini tentu paling bikin deg-degan dan penasaran semua siswa, apalagi siswa SMA (karena saya juga siswa SMA) terutama siswa kelas X yang pasti merasa bingung mau masuk ke jurusan IPA atau IPS. Memang hal ini lazim terjadi, karena saya juga pernah mengalaminya. Dan harus diakui sampai sekarang dalam pemilihan jurusan ini masih sering terjadi perdebatan. Kenapa??? Karena masih banyak siswa yang menganggap kalau salah satu jurusan lebih baik dari jurusan lain, dalam hal ini jurusan IPA lebih difavoritkan dari jurusan IPS. Kebanyakan siswa menganggap jurusan IPA itu adalah jurusannya anak-anak pintar, prospeknya lebih cerah, dan gengsinya tinggi seandainya bisa masuk IPA. Beda sekali dengan jurusan IPS yang sering dianggap sebagai buangan, siswanya bandel, dan lain-lain.
Nah, maka dari itu saat kelas X dulu saya juga sedikit tertarik masuk ke jurusan IPA. Meskipun jujur saya akui, saat itu saya tidak terlalu mempermasalahkan apakah nantinya saya akan masuk ke IPA atau IPS, tapi lambat laun karena dorongan gengsi, tekanan dari keluarga, dan ingin membuktikan kalau saya punya kemampuan akhirnya saya mulai memantabkan hati untuk memilih jurusan IPA (meskipun tidak sepenuhnya), makanya ketika ada angket untuk pemilihan jurusan saya memilih IPA, dan ternyata hasil tes psikologi pun menunjukkan kalau saya lebih berbakat di IPA. Saat mengetahui hal ini, tidak seperti teman lain yang senang karena hasil tesnya menunjukkan kalau mereka juga IPA, saya justru malah heran kenapa bisa hasilnya seperti itu. Dan mulai saat itulah saya jadi bingung, saya benar-benar mau masuk ke IPA atau tidak.
Saat penerimaan rapor tiba, pikiran saya benar-benar kacau. Bukan karena takut tidak naik kelas, tapi lebih kepada kebingungan saya tentang penjurusan itu. Dan puncak kekacauan pikiran saya adalah saat mengetahui kalo di rapor saya tertulis kalo saya masuk IPA. Padahal setelah saya hitung ternyata nilai rapor saya itu jumlah nilai mapel IPA-nya lebih sedikit daripada jumlah nilai mapel IPS. Saat itu saya benar-benar bingung harus bagaimana.
Akhirnya setelah itu saya putuskan untuk bermusyawarah dengan keluarga tentang masalah penjurusan itu. Pada kesempatan itu saya mengutarakan keinginan saya untuk pindah ke jurusan IPS dengan beberapa alasan, di antaranya:
1. Jumlah nilai IPS Saya lebih tinggi dari Jumlah nilai IPA
2. Saya lebih respect kepada para Guru mapel IPS seperti Bu Purwandari (Sosiologi) dan Bu Ismi (Ekonomi), karena lebih sering berinteraksi daripada Guru IPA yang jarang masuk
3. Di IPS saya ingin lebih bisa belajar tentang caranya berorganisasi, karena di sekolah saya juga anggota OSIS #ehm
4. Saya tidak suka menghafal rumus-rumus yang kebanyakkan itu ada di jurusan IPA
5. Di kelas X saya kurang menguasai materi trigonometri (matematika) padahal materi itu akan ada terus di jurusan IPA sampai kelas XII sementara di IPS tidak ada
6. Saya tertinggal beberapa materi pelajaran Kimia dan Fisika, terutama saat saya tidak berangkat sekolah selama hampir dua minggu karena saya harus operasi patah kaki, dan ternyata saya kesulitan mengejar materi itu
7. Saya ingin merubah paradigma negatif tentang jurusan IPS
Dan setelah melalui perdebatan panjang akhirnya kedua orangtua saya mengijinkan saya pindah ke IPS. Sejak itulah saya semakin mantab pindah ke IPS. Di sekolah saya mengajukan permohonan pindah jurusan, meskipun saat itu banyak Guru-Guru yang melarang saya pindah jurusan dengan berbagai alasan. Tapi keputusan saya sudah bulat.
Awal masuk sekolah nama saya tercatat di daftar persensi kelas XI IPA3. Saat mengetahui hal ini saya kaget, kemudian saya menghadap Guru dan bertanya tentang hal itu. Dan ternyata kata Guru itu, saya memang dianggap sudah resmi pindah ke IPS, dan saya tinggal memilih kelas mana yang akan saya masuki.
Saya pun memilih kelas XI IPS2 karena saat itu jumlah siswanya lebih sedikit dari kelas XI IPS1. Tapi seiring berjalannya waktu saya malah dipindah ke kelas XI IPS1, dan di kelas ini akhirnya saya benar-benar menemukan diri saya sebagai siswa JURUSAN IPS.
Jadi untuk adik-adik kelasku tidak usah bingung memilih jurusan, yang terpenting itu ada niat dan usaha dari kita untuk benar-benar menekuni jurusan yang kita pilih, dan itu semua yang akan menetukan masa depan kita sendiri....
Sekian...
Wassalamu'alaikum.
Komentar
Posting Komentar