Kedua Dan Terakhir…………..
Kedua dan Terakhir??? Apa maksudnya itu???
Iya, langsung aja nih ya, di tulisan ini saya (bukan aku atau gue #halah) mau sedikit cerita tentang pengalaman operasi yang baru saya jalani kemarin. Begini cerita semi-lengkapnya…
Pada suatu hari #eh salah cerita, maap…
Mmm… akhir bulan kemarin, tepatnya tanggal 27 Agustus 2012, setelah menunggu lebih dari duapuluh bulan akhirnya terlaksana juga keinginan saya untuk operasi. Operasi??? Operasi apaa??? Iyaa operasi, operasi pengambilan platina (pen) yang sudah mendiami tulang fibula kaki kiri saya ini selama duapuluh bulan terakhir!!!
Memang sih rencana operasi ini sudah lama saya inginkan, tapi baru bisa terlaksana akhir Agustus kemarin. Kalau dulu sih ada beberapa hal yang membuat rencana operasi ini tertunda terus. Pertama, rencana awal operasi itu mau dilakukan sekitar bulan Desember 2011, tapi sayangnya malah gagal gara-gara di bulan berikutnya alias awal tahun 2012 harus ikut ngurusin rangkaian kegiatan ulangtahun sekolah (Ceritanya masuk pengurus OSIS nih :p)… dan rencana operasi pertama gagal!!! huft :(
Yang kedua, rencana operasi itu mau dilakukan waktu libur kenaikan kelas sekitar bulan Juli kemarin, gara-garanya saya malah “dipaksa” sama salah satu Guru bidang Kesiswaan (pasti tau siapa) buat ikut jadi petugas pengibar bendera 17 Agustus di Kecamatan Godean, dan rencana keduapun gagal :(
Dan setelah itu akhinya diputuskan kalo operasinya mau dilakukan setelah lebaran, harapannya sih yang ini enggak mundur-mundur lagi, dan alhamdulillahnya kali ini memang benar-benar jadi operasi… Yeeeaayyy :)
Rabu, 22 Agustus 2012, di RS Sardjito, pagi itu pertama kali ke RS Sardjito, agendanya sih buat konsultasi sama dokter tentang rencana operasi. Setelah antri lama (seperti biasa) akhirnya tiba juga giliran saya diperiksa sama dokter. Kata dokternya sih kondisi kaki saya memang sudah baik, bahkan sangat baik, untuk bisa dioperasi. Selanjutnya kaki saya difoto rontgent dan sedikit (eh enggak sedikit sih sebenarnya) darah saya diambil buat penelitian di laboratorium.
Kamis, 23 Agustus 2012, jam 11 siang akhirnya saya dapat kamar buat nginep selama di RS yang ternyata kamar itu sama persis dengan yang saya tempati ketika pertama operasi dulu, Ruang Cendana, Bangsal E2, Lantai 2 RS Sardjito. Jadilah hari itu saya mulai mondok di rumah sakit.
Senin, 27 Agustus 2012, Ini dia hari eksekusi… Berikut ini kronologi waktu operasi…
Senin pagi saya bangun lebih awal dari biasanya. Ya iyalah, namanya juga mau operasi -___-
Sekitar jam 09.00 (waktu hape saya) ada perawat yang datang ke kamar dan nyuruh saya ganti baju dengan baju khusus buat operasi. (pada momen ini saya mulai deg-degan)
Jam 11.00 (waktu hape saya lagi) perawatnya masuk kamar lagi dan kali ini saya “dijemput” dan diantar menuju ruang persiapan. Di ruangan ini saya mulai dipasangi infuse di lengan kiri. (FYI ruang persiapan adalah sebuah ruangan di depan ruang operasi di mana kamu harus menunggu pasien lain dioperasi dalam waktu yang lama dan kamu diharuskan tetap dalam posisi tiduran tanpa melakukan kegiatan apapun selain menunggu -___- )
Setelah menunggu di ruang persiapan selama hampir dua jam, akhirnya jam 12.52 (jam di ruang operasi) saya masuk ke ruang operasi. Ketika masuk ruang operasi ini rasa deg-degan yang saya rasakan semakin besar. Di ruang operasi ini sudah ada banyak dokter yang siap “mengeroyok” saya. Tindakan pertama yang dilakukan adalah memindahkan saya ke meja operasi. Selanjutnya dokter menempelkan semacam alat (enggak tau namanya) di lima titik di dada saya, di bagian kanan kiri atas, di bagian tengah dan di bagian kanan kiri bawah, kemudian dari alat itu disalurkan dengan penjepit ke suatu mesin lagi yang saya enggak tau nama dan fungsinya. Kemudian di jempol kiri dipasangi lagi alat penjepit (enggak tau fungsinya apa), dan di lengan kanan dipasangi alat ukur tensi jantung alias tensimeter. Dan terakhir, adalah hal yang paling saya takuti, pembiusan!!!
Tepat pukul 13.15 (jam di ruang operasi) pembiusan dilakukan. Pembiusan ini dilakukan dengan menyuntikkan bius melalui tulang belakang tapi di posisi agak ke bawah, tahukah rasanya disuntik bius??? OK, rasanya itu seperti kamu disuntik kemudian pelan-pelan dari pusat suntikkan itu menuju ke kakimu mulai mati rasa, dan setelah beberapa saat kamu benar-benar tidak bisa merasakan sebagian badanmu bagian bawah, bahkan untuk menggerakkan jari kelingking kakimu pun tidak bisa!!! Itu rasanya disuntik bius…
Selesai pembiusan dan setelah obat biusnya bekerja, operasi pun dilakukan. Apa yang saya lakukan selama operasi itu??? Ya, tidak ada. Saya cuma tiduran telentang dengan kondisi badan tidak berdaya #halah dan membiarkan kaki saya dibongkar sedemikian rupa oleh para dokter. Memang sih sempat takut sedikit, soalnya ketika operasi itu saya dengar ada suara seperti orang yang sedang mencoba “mencongkel” sesuatu dan itu pun dipukul-pukul dengan palu, dan ternyata itulah yang para dokter itu lakukan dengan kaki saya!!! Kata mereka sih, platina (pen) yang ada di kaki saya ini semacam ‘terkubur’ oleh tulang, jadi memang harus “dicongkel” itu tadi, tapi alhamdulillahnya pen berhasil diambil dan operasi berjalan lancar dan sukses :)
Setelah melalui proses panjang operasi selama satu setengah jam, sekitar pukul 14. 44 (jam di ruang operasi) akhirnya operasinya selesai. Dan pukul 14. 54 (masih sesuai jam di ruang operasi) saya keluar ruang operasi untuk selanjutnya dibawa ke ruang pemulihan pasca operasi. (FYI ruang pemulihan adalah sebuah ruangan di mana kamu dipaksa untuk tiduran untuk waktu yang lama sampai kamu bisa menggerakkan kaki kamu dan bius yang ada di tubuh kamu mulai hilang, meskipun belum hilang sepenuhnya).
Setelah dari ruang pemulihan barulah saya dibawa kembali ke kamar untuk beristirahat memulihkan kondisi, dan di saat inilah saya benar-benar bersyukur karena operasi yang saya lakukan bisa berjalan lancar dan sukses, terlebih saat itu saya dikelilingi oleh keluarga, terutama orangtua saya, yang terlihat dari senyum mereka kalo mereka sangat bahagia dengan kesuksesan operasi saya saat itu.
Rabu, 29 Agustus 2012…
Setelah tujuh hari enam malam nginep di RS Sardjito, akhirnya sekitar jam 11.00 siang saya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dan sekitar jam 12.00 siang akhirnya saya sampai di rumah ini dengan perasaan yang tidak bisa saya gambarkan. Sampai di rumah saya disambut oleh beberapa kerabat yang memang sudah menunggu kepulangan saya. Dan hari itu semakin terasa spesial karena ada seseorang spesial yang datang menjenguk saya di rumah, sama seperti apa yang memang saya inginkan, ooh senangnyaaa :)
Nah, itulah sedikit pengalaman saya selama operasi kemarin. Jadi, itulah kenapa saya memberi judul Kedua dan Terakhir. Itu adalah pengalaman saya mengalami operasi untuk yang kedua kalinya dan saya sangat berharap itu akan jadi yang terakhir. Aamiin Yaa Allah :)
Sekian. Muchas Gracias :)
Iya, langsung aja nih ya, di tulisan ini saya (bukan aku atau gue #halah) mau sedikit cerita tentang pengalaman operasi yang baru saya jalani kemarin. Begini cerita semi-lengkapnya…
Pada suatu hari #eh salah cerita, maap…
Mmm… akhir bulan kemarin, tepatnya tanggal 27 Agustus 2012, setelah menunggu lebih dari duapuluh bulan akhirnya terlaksana juga keinginan saya untuk operasi. Operasi??? Operasi apaa??? Iyaa operasi, operasi pengambilan platina (pen) yang sudah mendiami tulang fibula kaki kiri saya ini selama duapuluh bulan terakhir!!!
Memang sih rencana operasi ini sudah lama saya inginkan, tapi baru bisa terlaksana akhir Agustus kemarin. Kalau dulu sih ada beberapa hal yang membuat rencana operasi ini tertunda terus. Pertama, rencana awal operasi itu mau dilakukan sekitar bulan Desember 2011, tapi sayangnya malah gagal gara-gara di bulan berikutnya alias awal tahun 2012 harus ikut ngurusin rangkaian kegiatan ulangtahun sekolah (Ceritanya masuk pengurus OSIS nih :p)… dan rencana operasi pertama gagal!!! huft :(
Yang kedua, rencana operasi itu mau dilakukan waktu libur kenaikan kelas sekitar bulan Juli kemarin, gara-garanya saya malah “dipaksa” sama salah satu Guru bidang Kesiswaan (pasti tau siapa) buat ikut jadi petugas pengibar bendera 17 Agustus di Kecamatan Godean, dan rencana keduapun gagal :(
Dan setelah itu akhinya diputuskan kalo operasinya mau dilakukan setelah lebaran, harapannya sih yang ini enggak mundur-mundur lagi, dan alhamdulillahnya kali ini memang benar-benar jadi operasi… Yeeeaayyy :)
Rabu, 22 Agustus 2012, di RS Sardjito, pagi itu pertama kali ke RS Sardjito, agendanya sih buat konsultasi sama dokter tentang rencana operasi. Setelah antri lama (seperti biasa) akhirnya tiba juga giliran saya diperiksa sama dokter. Kata dokternya sih kondisi kaki saya memang sudah baik, bahkan sangat baik, untuk bisa dioperasi. Selanjutnya kaki saya difoto rontgent dan sedikit (eh enggak sedikit sih sebenarnya) darah saya diambil buat penelitian di laboratorium.
Kamis, 23 Agustus 2012, jam 11 siang akhirnya saya dapat kamar buat nginep selama di RS yang ternyata kamar itu sama persis dengan yang saya tempati ketika pertama operasi dulu, Ruang Cendana, Bangsal E2, Lantai 2 RS Sardjito. Jadilah hari itu saya mulai mondok di rumah sakit.
Senin, 27 Agustus 2012, Ini dia hari eksekusi… Berikut ini kronologi waktu operasi…
Senin pagi saya bangun lebih awal dari biasanya. Ya iyalah, namanya juga mau operasi -___-
Sekitar jam 09.00 (waktu hape saya) ada perawat yang datang ke kamar dan nyuruh saya ganti baju dengan baju khusus buat operasi. (pada momen ini saya mulai deg-degan)
Jam 11.00 (waktu hape saya lagi) perawatnya masuk kamar lagi dan kali ini saya “dijemput” dan diantar menuju ruang persiapan. Di ruangan ini saya mulai dipasangi infuse di lengan kiri. (FYI ruang persiapan adalah sebuah ruangan di depan ruang operasi di mana kamu harus menunggu pasien lain dioperasi dalam waktu yang lama dan kamu diharuskan tetap dalam posisi tiduran tanpa melakukan kegiatan apapun selain menunggu -___- )
Setelah menunggu di ruang persiapan selama hampir dua jam, akhirnya jam 12.52 (jam di ruang operasi) saya masuk ke ruang operasi. Ketika masuk ruang operasi ini rasa deg-degan yang saya rasakan semakin besar. Di ruang operasi ini sudah ada banyak dokter yang siap “mengeroyok” saya. Tindakan pertama yang dilakukan adalah memindahkan saya ke meja operasi. Selanjutnya dokter menempelkan semacam alat (enggak tau namanya) di lima titik di dada saya, di bagian kanan kiri atas, di bagian tengah dan di bagian kanan kiri bawah, kemudian dari alat itu disalurkan dengan penjepit ke suatu mesin lagi yang saya enggak tau nama dan fungsinya. Kemudian di jempol kiri dipasangi lagi alat penjepit (enggak tau fungsinya apa), dan di lengan kanan dipasangi alat ukur tensi jantung alias tensimeter. Dan terakhir, adalah hal yang paling saya takuti, pembiusan!!!
Tepat pukul 13.15 (jam di ruang operasi) pembiusan dilakukan. Pembiusan ini dilakukan dengan menyuntikkan bius melalui tulang belakang tapi di posisi agak ke bawah, tahukah rasanya disuntik bius??? OK, rasanya itu seperti kamu disuntik kemudian pelan-pelan dari pusat suntikkan itu menuju ke kakimu mulai mati rasa, dan setelah beberapa saat kamu benar-benar tidak bisa merasakan sebagian badanmu bagian bawah, bahkan untuk menggerakkan jari kelingking kakimu pun tidak bisa!!! Itu rasanya disuntik bius…
Selesai pembiusan dan setelah obat biusnya bekerja, operasi pun dilakukan. Apa yang saya lakukan selama operasi itu??? Ya, tidak ada. Saya cuma tiduran telentang dengan kondisi badan tidak berdaya #halah dan membiarkan kaki saya dibongkar sedemikian rupa oleh para dokter. Memang sih sempat takut sedikit, soalnya ketika operasi itu saya dengar ada suara seperti orang yang sedang mencoba “mencongkel” sesuatu dan itu pun dipukul-pukul dengan palu, dan ternyata itulah yang para dokter itu lakukan dengan kaki saya!!! Kata mereka sih, platina (pen) yang ada di kaki saya ini semacam ‘terkubur’ oleh tulang, jadi memang harus “dicongkel” itu tadi, tapi alhamdulillahnya pen berhasil diambil dan operasi berjalan lancar dan sukses :)
Setelah melalui proses panjang operasi selama satu setengah jam, sekitar pukul 14. 44 (jam di ruang operasi) akhirnya operasinya selesai. Dan pukul 14. 54 (masih sesuai jam di ruang operasi) saya keluar ruang operasi untuk selanjutnya dibawa ke ruang pemulihan pasca operasi. (FYI ruang pemulihan adalah sebuah ruangan di mana kamu dipaksa untuk tiduran untuk waktu yang lama sampai kamu bisa menggerakkan kaki kamu dan bius yang ada di tubuh kamu mulai hilang, meskipun belum hilang sepenuhnya).
Setelah dari ruang pemulihan barulah saya dibawa kembali ke kamar untuk beristirahat memulihkan kondisi, dan di saat inilah saya benar-benar bersyukur karena operasi yang saya lakukan bisa berjalan lancar dan sukses, terlebih saat itu saya dikelilingi oleh keluarga, terutama orangtua saya, yang terlihat dari senyum mereka kalo mereka sangat bahagia dengan kesuksesan operasi saya saat itu.
Rabu, 29 Agustus 2012…
Setelah tujuh hari enam malam nginep di RS Sardjito, akhirnya sekitar jam 11.00 siang saya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dan sekitar jam 12.00 siang akhirnya saya sampai di rumah ini dengan perasaan yang tidak bisa saya gambarkan. Sampai di rumah saya disambut oleh beberapa kerabat yang memang sudah menunggu kepulangan saya. Dan hari itu semakin terasa spesial karena ada seseorang spesial yang datang menjenguk saya di rumah, sama seperti apa yang memang saya inginkan, ooh senangnyaaa :)
Nah, itulah sedikit pengalaman saya selama operasi kemarin. Jadi, itulah kenapa saya memberi judul Kedua dan Terakhir. Itu adalah pengalaman saya mengalami operasi untuk yang kedua kalinya dan saya sangat berharap itu akan jadi yang terakhir. Aamiin Yaa Allah :)
Sekian. Muchas Gracias :)
skrang keadaan gmna sob..
BalasHapusdh smbuh total..
nunggu brpa hari smpe bsa braktivitas sprti biasa..